Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

Ibu yg Cerdas (dalam perspektif Islam)

Islam hadir ketengah masyarakat memberikan tempat yang mulia ,mengangkat martabat dan kedudukan kaum ibu sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W : Surga itu berada dibawah telapak kaki ibu .Tanpa memuliakan dan patuh kepada ibu tidak mungkin surga dapat diraih, ibulah yang dapat menciptakan dan mengarahkan anak-anaknya kejalan yang diridhoi Alloh, yaitu jalan menuju surga. Nilai pengabdian akan berhenti berputar manakala kaum ibu tidak bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya kejalan Alloh.
Semua anak dilahirkan diatas dasar fitroh sampai waktunya dia dapat bicara dengan jelas,kemudian ibu bapaknyalah yang bisa menyebabkan dia menjadi Yahudi,Nasrani atau Majusi (H.R.Al Aswadu Ibnu Syari).Alloh SWT membekali manusia dengan potensi penuh kecerdasan dan kemampuan tetapi tidak sedikit yang gagal mempergunakan sepenuhnya. Alloh berfirman dalam surat As`Syamsu :8 Manusia dibekali potensi baik dan buruk jika potensi baik dikembangkan akan sampai kederajat yang sangat tinggi disisiNya (taqwa) tetapi sebaliknya jika tidak dikembangkan ia tidak akan jadi siapa-siapa.

Demikian pula dengan kecerdasan yang dibawa sebagai warisan/keturunan (hereditas) hanya dimiliki manusia sebagai potensi. Sebagai potensi ,jika tidak berhadapan dengan lingkungan yang merangsang kemampuan maka kecerdasannya akan hanya sampai rata-rata saja tidak akan berkembang secara maksimal.
Lingkungan pada akhirnya sangat dominan berpengaruh terhadap pengembangan potensi anak , demikian pula yang berkaitan dengan masalah kecerdasan ,gen dan pengaruh orang tua ikut membentuk otak,tetapi gen tidak menentukan nasib.Pendidikan dan tantangan menentukan berfungsi tidaknya pikiran manusia. Bukankah Alloh selalu bertanya dalam firman Nya :kenapa manusia tidak mau berfikir terhadap ayat-ayat Alloh yang berkaitan dengan fenomena alam , dan bahkan Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mau berusaha merubah keadaan.(Q.Surat Ar Rad :11)

Ilmuwan saraf dari The Kennedy-Kriger Institute di Baltimore : Christine Hohmann mengatakan bahwa Gen adalah batu bata yang merupakan bahan bangunan otak,sedangkan lingkungan adalah arsiteknya.
Kehidupan keluarga merupakan sekolah yang pertama Kehidupan keluarga merupakan sekolah yang pertama untuk mempelajari segala hal. Ketika manusia lahir diberi otak yang sempurna tetapi ketika apa yang diberikan keliru maka akan merusak /menghancurkan seluruh arus komunikasinya. Otak tidak akan berfungsi secara optimal.
Lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. Keluarga merupakan poros penentu dalam membentuk pribadi seorang anak serta perkembangannya, karena sejak awal kehadirannya didunia ,seorang anak banyak bergaul dengan ibunya.Ibu yang memenuhi segala kebutuhan dan melayaninya,sehingga apapun yang dilakukan ibu menjadi tonggak yang berdiri kokoh dalam jiwa anak.
Rosul bersabda : Ibu adalah madrasahnya anak (tempat belajar anak).

IBU YANG CERDAS SETIAP GERAK LANGKAHNYA SELALU BERORIENTASI MENINGKATKAN KECERDASAN,BAIK UNTUK DIRINYA SENDIRI MAUPUN ANAK-ANAK DAN KELUARGANYA.

Monday, March 14, 2011

Mencapai Keluarga Sakinah (1)

Enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan

Setiap insan yang hidup pasti menginginkan dan mendambakan suatu kehidupan yang bahagia,tentram,sejahtera,penuh dengan keamanan dan ketenangan atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah, karena memang sifat dasar manusia adalah senantiasa condong kepada hal-hal yang bisa menentramkan jiwa serta membahagiakan anggota badannya, sehingga berbagai cara dan usaha ditempuh untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

Sesungguhnya sebuah kehidupan yang sakinah, yang dibangun diatas rasa cinta dan kasih sayang, tentu sangat berarti dan bernilai dalam sebuah rumah tangga. Betapa tidak, bagi seorang pria atau seorang wanita yang akan membangun sebuah rumah tangga melalui tali pernikahan, pasti berharap dan bercita-cita bisa membentuk sebuah rumah tangga yang sakinah, ataupun bagi yang telah menjalani kehidupan berumah tangga senantiasa berupaya untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

HAKEKAT KEHIDUPAN RUMAH TANGGA YANG SAKINAH

Hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah adalah terletak pada realisasi/penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho Allah subhanahu wata’ala. Karena memang hakekat ketenangan jiwa (sakinah) itu adalah ketenangan yang terbimbing dengan agama dan datang dari sisi Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana firman Allah (artinya):

“Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (Al Fath: 4)

BIMBINGAN RASULULLAH DALAM KEHIDUPAN BERUMAH TANGGA

Rasulullah saw senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta’awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.(Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Rasulullah saw bersabda:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
Agama itu nasehat. (HR. Muslim no. 55)

Maka sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.