Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

Monday, March 14, 2011

Sahabat terbaik, sahabat tapi mesra

Seringkali kita benar benar lupa, hubungan persahabatan adalah hubungan saling menguntungkan, saling memberi manfaat, bukan saling menarik manfaat alias sekedar memanfaatkan kesempatan.

Betapa indah dalam setiap duka, pasangan kita selalu siap disisi kita, memberi solusi atau sekedar dukungan. Atau dalam suka, dia yang akan tersenyum paling dulu utk menyatakan kebahagiannya pada suka cita kita, sehingga kedekatan dan kemesraanpun semakin terjalin kuat.

Sebagai teman hidup, semestinya suami istri adalah dua sahabat yang bisa berbagi suka duka.
Tapi ternyata begitu banyak pasangan suami istri yang bahkan utk mengungkapkan perasaan saja begitu susahnya, apalagi untuk bersahabat.

KALAU KITA TIDAK BISA MENJADIKAN PASANGAN HIDUP SEBAGAI SAHABAT, MAKA KITA AKAN KEHILANGAN BANYAK HAL. PASANGAN KITA ADALAH MITRA, PARTNER, TEMAN, SAHABAT, BUKAN ATASAN, BAWAHAN ATAU BENTUK HIRARKI LAINNYA.

INGIN DEKATI HATI PASANGAN KITA, DEKATI ALLAH!
Hati manusia adalah milik Allah semata,
Ingin mendekati pasangan?,
Ingin meningkatkan hubungan indah dengan pasangan?,
Ingin menyuburkan cinta pasangan?,
Tak bisa tidak, jawabannya hanyalah: DEKATKAN HUBUNGAN HATI KITA DENGAN ALLAH!

Mintalah pada Allah dgn memperbanyak doa, tilawah, shalat dan sedekah agar hati kita dgn suami selalu bpadu dalam cinta kepadaNya, agar hidup kita selalu beriringan dalam istiqomah dijalanNya...

Berdoalah agar kita selalu mendapat curahan kebaikan dari pasangan hidup dan kita mendapatkan curahan kebaikan juga dari pasangan hidup.
Dan mohonlah juga pada Allah agar kita terhindar dari segala keburukan diri kita.

YAKINLAH ALLAH LAH YANG MAHA MENGABULKAN DOA !

“Tali hubungan yang paling kuat ialah Cinta karena Allah dan Benci karena Allah” (HR. Ath-Thabrani)

“Sesungguhnya kebesaran hati laki-laki tampak dalam persahabatannya dengan wanita (istri) yang sholeh, hingga ia berhasil dalam kerjanya, dan berjuang keras untuk berbuat banyak kebajikan bagi keluarganya dan orang lain”

“Sesungguhnya kebesaran wanita hanya muncul dalam persahabatannya dengan suami yang soleh, sehingga ia menjadi matahari yang menyinari, merpati yang menegepakkan sayapnya, bunga yang harum semerbak, dan tempat tinggal yang menyenangkan”

Salam Cinta !

Tuesday, March 8, 2011

Kentang dan Dendam

Suatu waktu, ada seorang guru SMP yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik ke sekolah. Kemudian, dia meminta setiap anak untuk memasukkan satu kentang berukuran kelereng yang  telah disediakan kedalam kantung untuk setiap orang yang berbuat salah pada mereka dan tak mau mereka maafkan. Kantung itu harus mereka bawa selama satu minggu.

Anak-anak diminta menuliskan nama orang itu dan tanggal kejadian pada kulit kentang. Dan kantung tersebut harus dibawa kemanapun mereka pergi selama satu minggu penuh. Kantung itu, harus berada di sisi mereka saat tidur, di letakkan di meja saat mereka belajar, dan ditenteng saat berjalan. Menjadikan kantung itu sebagai teman mereka. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, namun tidak sedikit juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Hari berganti hari kentang itu makin membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itupun selesai.

Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.

=============

Sahabat, ada hikmah dibalik cerita ini. Saat kita tidak mau memaafkan seseorang, maka itu seperti kita sedang membawa beban. Iya, membawa beban di hati kita.

Memberi maaf adalah lebih mudah dan ringan daripada membawa beban yang akan memperlambat pikiran juga gerak kita. Iya, memperlambat. pikiran yang seharusnya memikirkan hal lain, harus terisi sebagian oleh siapa dan kenapa kita tidak memberi maaf.

Saat kita menyimpan dan memendam kemarahan, dendam, maka sebenarnya kita sedang membawa kebusukan dihati kita. Akan ada perasaan berat, tertekan, juga kegalauan menyelimuti hati kita. Dan ini adalah suatu penyakit

Segala sesuatu yang busuk, jika tidak segera dibuang, maka pada saatnya nanti akan dibuang beserta wadahnya. Begitu pula dengan kita, jika kebencian itu tidak segera dibuang dari hati kita, maka kitalah yang akan dipinggirkan dari sekeliling kita.

Mungkin kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, harus kita sadari, bahwa pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah untuk sebuah kebebasan.

Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.

Salam Motivasi