Suatu HARI gue coba pergi pertama kali dengan anak perempuan gue yg baru umur 3 thn. Kita pergi berdua aja tanpa istri atau pengasuh. Dengan percaya diri pergilah kami ke sebuah mall di Pekalongan. Baru 30 menitan liat-liat, tiba-tiba anak gue kebelet pipis.. Bah petaka mulai nih..! Kebiasaan jelek anak gue, kalau sudah mempet baru dia ngomong, mana nggak ada persiapan baju/celana ganti lagi. Lanjut deh, gua clingak-clinguk cari kamar mandi. Selamat lah jarak cuma 100 m ada papan sign toilet n tempat menyusui bayi. Gua bingung nih, gua bawa ke toilet cewek or bayi yah? Kalo ke toilet cewek, tengsin abis walaupun anak gua cewek, akhirnya gua pilih ruang menyusui bayi yg ada kamar mandinya. Dan sialnya baru mau masuk, mbak cleaning service baru keluar dari ruangan bilang, 'maaf pak ramai ibu menyusui di dalam, wc-nya pun lagi dipake juga..!' Mulai panik gue, di tambah anak gue mulai bilang, ayah...kakak udah mau pipis nih.. Ya sudah langsung aja anak gua gendong gua bawa deh ke toilet pria, walaupun gua pikir dalam hati gue... Hmm anak gua nih rada-rada kritis nee, suka komentar yang diluar dugaan..! Masalah mulai, begitu masuk dengan buru-buru sampai buka pintu aja bunyi brak..! Alhasil ada 3 orang pria dewasa lagi pipis stand on wall lah..! Kaget langsung kompak liat arah pintu dimana gua masuk gendong anak cewek gua. Bah masalah pertama tuh.... Dengan gentleman gua bilang maaf n sorry anak saya mau pipis.. Dalam hitungan detik 3 pria tadi lgs membereskan posisi pipis rapat ke closet takut anak gua liat kali.. . lanjut, gua pilih closet duduk aja karena gak mungkin anak gua pipis berdiri. Nah begitu siap2 duduk n mau pipis mulai lah komentar yang gua takutin muncul..
Anak gue : ayah...! (suara anak gua keras kalo ngobrol boss)
Ayah : iya sayang, (dgn tenang sambil mikir mau nanya apa nih anak...?)
Anak gue : Om-om yang diluar itu lagi ngapain ayah...?
Ayah : (Dengan suara pelan gua jawab) om itu lagi pipis sayang..
Anak gue : (dengan nada tambah tinggi berusaha protes...) om itu BAD ayah.... Kata miss 'lia' (ini guru dia di sekolah..) kalo pipis itu duduk, tidak boleh berdiri..! Aku mau kasih tau aja yah..!
Mati gua..!
Gua mulai aneh nih, gua dengar mungkin 2 orang atau lebih tertawa kecil nahan geli di luar..!
Gua tengok ke bawah pintu..! Ok now rest room is full house..! From 7-8 closet n 5 guys stand on wall...!
Ayah : oh jangan, nggak usah sayang.. Om-om itu kan cowok-cowok jadi kalau pipis berdiri.. Jadi itu good bukan bad..! (suara gua sengaja agak keras, dgn harapan yg diluar paham gua bukan pdofil..! Just dadys n daughter talk..)
Anak gue : ooo, jadi kalo cowok2 pipisnya diri. Ayah cowok2 juga berdiri dong..?
Ayah : iya dong..
Masalah kedua....
Anak gue : ayah..! Aku mau liat om-om pipis berdiri..! Kok lucu..? Nanti aku besar boleh nggak pipis berdiri..?
Ayah : (mati gue...!) eh tidak boleh sayang...... (gua berusaha keras.. Mikir alasan apa yg harus gua bilang biar nggak tambah masalah.....) kalau pipis tidak boleh di lihat cewek-cewek itu bad namanya..!
Anak gue : ini... Kakak pipis kok ayah lihat..? Ayah kan cowok-cowok..? ( 1:0 anak gua score..! )
Ayah : kan kakak masih kecil, jadi ayah bantu lihat, biar pipisnya nggak kena baju.. nanti basah gimana..? (1:1 counter attack..)
Anak gue : oo iya yah... Terimakasih ayah..!
Upacara pipis selesai, dan gua mulai rapikan baju n celana anak gua dong... Tapi masalah belum selesai boosss.. Gua kebelet pipis juga nih.. Gua mikir kalo pipis di luar, anak gua bakal liat yang aneh-aneh malah runyam urusannya.. Akhirnya gua pilih sudahlah pipis skalian di dalam...
Ayah : Kakak, kakak mundur dulu nggak usah keluar pintu ya. Ayah mau pipis sekalian boleh..?
Anak gue : ok ayah, tapi berdiri ya. Jangan duduk, ayah kan cowok-cowok..! (sumpah... Sekarang dia sudah kayak nyokap gua cerewetnya.. ) kakak nggak liat kok yah..... Itu bad namanya...!
Gua cari aman dah, nggak mau komentar lagi daripada ntar anak gua keluar aneh-anehnya....
Tanpa melorotin celana, buka sleting, angkat tutup kloset...!
Baru aja My Big John keluar dari celana belum pipis...!
Anak gua komentar dengan suara lantang dan kaget..!
Anak gue : WAAAAHHHH...! AYAH PANJAAAANG SEKALIIIII.......!
SUMPAH SEKARANG 4 - 5 ORANG YANG DILUAR KETAWA KAGAK PAKE MALU LAGI BOSSS..... WAKWEKWOK..... ada yang pake upacara pukul tembok lagi... Ha...ha... Thanks guys...!
Gua spontan tarik Big John ke dalam celana berusaha menutupi supaya jangan terlihat lagi dan otomatis rasa pipis gua hilang sama sekali...! Muka gue mungkin kayak udang rebus, plus keringat segede jagung kayak abis fitness 2 jam...!
You know...! Apa sebab anak gua komentar begitu, ternyata.. Dia menarik tisue gulung sepanjang-panjangnya.....! Tapi apa mau di kata, orang-orang diluar sudah nggak mungkin bisa gua klarifikasi lagi deh..
Ayah : ya ampunnn kakak... Ini tisue kenapa di tarik semua.... Nanti di omelin om-nya loh..! (suara agak keras dengan harapan berusaha memberi tahu juga yang di luar bahwa bukan Big John gua yang dilihat anak gue tapi tisue yg di tarik jadi panjang..!)
Sayang bukan rasa maklum yg gua dapat dari luar, malah suara cekakakkan berikutnya yg gua dengar... Sialan chuyy...!
Ayah : ayo sayang kita keluar..!
Anak gue : tapi ayah belum pipis, nanti ngompol loh...?
Hmmm... Sumpah, skak mat... Buat gue..!
Nggak ada bak bik buk, gua gendong anak gua biar menutup muka gua nahan malu...
Showing posts with label ayah. Show all posts
Showing posts with label ayah. Show all posts
Tuesday, June 21, 2011
Friday, April 22, 2011
Ayah, dan putri kecilnya
assalamu'alaikum...
sebuah renungan yang bisa menggugah hati..
walau diantara kalian mungkin sudah ada yg pernah membacanya, tapi tak ada salahnya jg membaca lagi yah..
=resapi dan renungi=
^__^"
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..
Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu……
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:
“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..
Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal
sebuah renungan yang bisa menggugah hati..
walau diantara kalian mungkin sudah ada yg pernah membacanya, tapi tak ada salahnya jg membaca lagi yah..
=resapi dan renungi=
^__^"
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..
Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu……
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:
“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..
Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal
Subscribe to:
Posts (Atom)